[Movie Review] Sin City 2: A Dame to Kill for – Dua Faktor Pembunuh

Tags

, , ,

This rotten town it soils everybody..

Mungkin itulah kata-kata mutiara yang paling terngiang-ngiang di benak Nancy Callahan (Jessica Alba) saat menonton sebuah cuplikan film noir di televisi. Kata-kata itulah yang jadi landasan kala memikirkan rencana balas dendam atas kematian John Hartigan (Bruce Willis) selama 4 tahun terhitung Sin City original. Nancy kecil kini telah berubah. Penari Striptis andalan Kadie’s Place ini telah berlatih keras untuk menjadi sebrutal-brutalnya yang ia bisa dapatkan demi seorang target; Senator Roark (Power Boothe) yang merupakan salah satu orang paling berbahaya di Ba-Sin City, kota favorit kita semua.

image-amozyaudreyblog-sin-city-2-posterMasih sama seperti terdahulu, di instalasi kedua ini Frank Miller selaku penulis dan sutradara, dengan menggandeng Robert Rodriguez sebagai tukang potong film, mencoba mengajak kita kembali larut dalam gelapnya sanduran kisah novel grafis milikinya, Sin City. Sin City 2 : A Dame for Kill for diluncurkan cukup lama sesudah Sin City 1, terhitung hampir 9 tahun dari 2005 ke 2014. Kisahnya pun kembali kompilasi dimana para karakternya sebenarnya saling berhubungan. Kita akan dihanyutkan dalam 4 kisah gelap nan tragis khas sin city yang penuh dengan intrik dan kekerasan. Ya, Basin City sudah mengilangkan dua kata di depannya dan memberikan sebuah gambaran kota yang penuh dengan dosa. Salah satu faktor yang menjadikan film ini sebagai sebuah pembunuh adalah penggambarannya yang komikal dalam kemasan hitam putih. Uh! Serasa nonton film jadul tapi gambar modern.

image-amozyaudreycom-frank-miller-robert-rodriquez-

Penulis dan tukang potong cerita

Jika kisah Nancy’s Last Dance yang sudah dibeberkan di atas adalah kisah lanjutan dari salah satu kisah kunci di Sin City 1, di seri kedua ini kita akan menemukan satu lagi kisah cinta yang berbelit-belit dan runyam dari Dwight McCarthy (Josh Brolin) terhadap kekasih lamanya, yang mana menjadi judul dari film ini, “A Dame to Kill for”

image-amozyaudreyblog-dwight-sin-city-2Di sini saya menjadi bersemangat. Pasalnya si dame ini merupakan Eva Green, aktris favorit saya yang sempat naik namanya kala membintangi film Kingdom of Heaven di tahun 2005 dan meraih banyak penghargaan kala menjadi Vesper Lynn di franchise populer James Bond, Casino Royale. Namun tetap, penampilannya yang paling memukau bagi saya adalah di film pertamanya, The Dreamers (2003) dimana dia berperan menjadi seorang mahasiswi sastra yang terlihat wajahnya terlihat inosen tapi memiliki pikiran berbahaya. Mungkin itulah juga yang menjadi dasar Robert Rodriquez memilihnya untuk menjadi Ava Lord, cinta lama dari Dwight yang mana ternyata adalah sebuah monster pembunuh yang mengerikan!

image-amozyaudreyblog-ava-lord-sin-city-2Ava Lord digambarkan sebagai karakter sensual yang sanggup menyita perhatian semua pria dan menggunakannya untuk kepentingannya sendiri. Dengan menggunakan pikiran dan tubuhnya, semua pria dibuat bertekuk lutut. Bahkan salah satu tokoh menyebutnya sebagai seorang goddess yang sanggup bertransformasi sesuai fantasi pria yang diincarnya. Benar-benar sebuah femme fatale yang harus dihindari dalam kehidupan nyata. Tapi bila Eva itu Ava, duh, kebalik saya pun mungkin harus berfikir ribuan kali untuk menolaknya.

image-amozyaudreyblog-ava-lord-taking-bath-sin-city-2Stop sampai di sini! Kalau membahas Eva Green tidak bakal ada habis-habisnya bila saya yang berkomentar. Kini saatnya beranjak ke kisah lainnya. Mengutip Wikipedia, ternyata ada dua kisah original yang Frank Miller tulis khusus untuk filmnya yang mana adalah The Long Bad Night dan Nancy’s Last Dance. Bila cerita nancy sudah diceritakan di atas maka yang lainnya bercerita tentang seorang pejudi muda kelas kakap yang mencoba keberuntungannya di Sin City. Johnny (Joseph Gordon Levitt) adalah pejudi muda-sukses-beruntung yang cukup sombong di meja judi. Keberuntungannya yang setara dewa judi sanggup membungkam arogansi Senator Roark di meja Kadie’s Place. Bila orang berfikir dia salah lawan memang itulah yang sengaja dia cari. Ya, sebuah fakta kembali terungkap di cerita ini.

image-amozyaudreyblog-jhonny-sin-city-2Lalu, bagaimana dengan Marv? Tenang, karakter beringas andalan kita yang diperankan Mickey Rourke ini tidak absen. Malahan dia selalu nampang di setiap cerita. Mungkin banyak yang sedih akan perpisahannya di akhir cerita “The Hard Goodbye” pada Sin City pertama yang cukup tragis, namun kini dia hadir kembali dan membukanya dengan manis di “Just Another Saturday Night”. Kisah yang tampak tidak penting ini sepintas memang tampak disengaja untuk menunjukan betapa kuat Marv, dimana pria berperawakan raksasa dan berjaket mahal ini memang benar-benar tahan banting! Mau coba adu jotos dengannya? Silahkan!

image-amozyaudreyblog-marv-sin-city-2Akhir cerita, dua faktor pembunuh di film ini adalah cerita sambungannya dan tentunya AVA! EVA GREEN tetap nomer wahid! Really-really a dame worth to kill for!

image-amozyaudreyblog.ava-lord-femme-fatale-sin-city-2Serius nih nggak ada yang nanya Lady Gaga?

image-amozyaudreyblog-lady-gaga-sin-city

Advertisements

Prakata, Sebuah Awal Mula

Tags

,

Jakarta, 15 April 2015. Di pagi hari cerah dengan sinar matahari yang sedikit terik.

Pagi ini saya mencoba merenungkan semua hal yang saya terima kemarin.

Semua diawali dari perkataan seorang sahabat, senior dan juga teman yang mengatakan bila blog yang dia kelola sejak lama telah mendapat tawaran iklan dari Djarum Foundation untuk periode April 2015 ini. Jelas ini mengagetkan saya karena perlu diakui bila blognya luar biasa namun untuk mendapat tawaran iklan dari sponsor besar sekelas itu saya sedikit bergetar dan tidak percaya. Namun toh nyatanya hal ini benar-benar terjadi.

Kedua adalah pertemuan dengan salah satu orang lama di kantor agensi tempat saya bekerja. Saat dia mempertanyakan posisi, dia langsung menembak usai saya menjawab dengan kata-kata “blog kamu mana? Kamu harus punya satu.” Apalagi setelah itu saya iseng-iseng ikutan kuis Facebook, masih dalam kurun waktu yang sama, dimana temanya adalah pekerjaan yang paling cocok dengan kamu. Tanpa ba-bi-bu lagi saya pun langsung menjawab 10 pertanyaan dengan jawaban pilihan tersebut spontan, tanpa pikir panjang dan tanpa etika. Semua keluar dari dalam hati. Dan jawabannya adalah:

image-amozyaudrey-screenshot-kuis-pekerjaan-facebook

Yah memang dua buah pernyataan yang sama dalam satu kurun waktu berdekatan bukanlah sebuah kebetulan semata. Apalagi dengan didukung peryataan seorang sahabat lama saya usai sebuah percakapan panas di BBM yang mengatakan bila dia sangat suka membaca review-review film saya. Saya jadi teringat sebuah konten lirik di lagu sanduran ala Jepang bertuliskan “Kebetulan itu sebenarnya, skenario yang telah disiapkan.” Jujur saya akui itu memang benar-benar bisa terjadi dan kerap terjadi dalam kehidupan saya dan kali ini saya tidak bisa mengelak.

Jadi di pagi hari setelahnya, diringi oleh lagu Crowns dari Jirapah dan bunyi-bunyian lirih dari sapuan lantai sang office boy kantor, saya deklarasikan blog pribadi ini dibuka! Tentunya tidak ada ikatan sama sekali dengan semua institusi maupun lembaga dimana saya bekerja. Semua yang saya tulis dan sertakan di sini murni hasil pendapat dan buah karya pemikiran pribadi saya disertai dengan sedikit luapan ego.
So please welcome,

Me,
Amos Anugrah